• Jam Buka Toko: Jam 08.00 s/d 16.00 WIB
  • Status Order
  • Tlp: 081370949555
  • SMS/WA: 081370949555
  • BBM : 5CF3B059
  • support@serambi.web.id
  • Layanan Online:
Terpopuler:

{[[ HEBOH ]]} Foto Sawah yang penuh ikan di Jogja Bikin Heboh

08 March 2015 - Kategori Blog

ikan_di_sawah
Coba perhatikan pemandangan luar biasa ini.

Ini adalah sistem mina padi di ngemplak jogja. Mina padi adalah sambil nanam padi sambil pelihara ikan pula. Ikan yang dipelihara disini adalah babyfish alias bayi ikan mas yang ditebar ditengah sawah pada saat musim tanam. Tapi sawah Ngemplak, Jogjakarta,dan sekitar yang masih alami).
Beberapa foto di facebook mendadak tenar karena memberikan inspirasi bagi usaha pertanian dan perikanan nusantara. Tiga buah foto di Facebook membuat heboh dunia maya.

sawah-ikan-ngemplak

mina-padi-2
“kerreeen. padinya pakai pupuk organik, jadi ikannya nggak mati. fesesnya ikan juga jadi pupuk alami buat padinya. yg sudah menerapkn sistem mina padi sejak tahun 90an jangan sinis ya.. kita2 yg lahirnya tahun 2000an kan surprise bgt liat pemandangan yg sgt menginspirasi bgini. makanya upload dong foto2 atau video pertanian kamu yg udh jadi sejak tahun 90an. hayooo ada nggak?? aku bangga sama petani Indonesia… Indonesia negeri agraris mantaappp” Komentar dari Arif Stat Borneo

” Namanya sistem tanam legowo… memberi celah suapaya sirkulasi oksigen bisa merata. Di daerah sukoreno sentolo kulon progo sistem ini udah di terapkan beberapa tahun oleh kelompok tani daerah kami… khususnya di bulak kemendung.. cuma tidak terekspos media… hasinya bagus.. dan sistematis.. perlu ada kekompakan.. dalam setahun ada 2 x , penanaman padi di musim awal penghujan dan akhir musim penghujan begitu musim kemarau tiba para petani kompak untuk menanam palawija dan tanaman yang lain. Hal ini selain karna kebuuhan air tidak mencukupi dari irigasi berguna untuk menhindari hama..” Joen Sinyo Menambahkan
“Itu insprirasi yang sangat bagus untuk di kaji dan dikembangkan. Tapi kita harus tahu resiko dan simtem pertanian yang dikembangkan oleh petani tidak sama antara satu daerah dengan daerah lain. Dan dimadura masih sangat tradisional secara sistem pengairannya“

Tidak Ada Komentar/Review

Berikan Komentar/Review Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Form yang wajib di isi ditandai *